Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Monday, April 16, 2012

Life's Tragedy


It may be misery not to sing at all, 
And to go silent through the brimming day; 
It may be misery never to be loved, 
But deeper griefs than these beset the way.

To sing the perfect song, 
And by a half-tone lost the key, 
There the potent sorrow, there the grief, 
The pale, sad staring of Life's Tragedy.

To have come near to the perfect love, 
Not the hot passion of untempered youth, 
But that which lies aside its vanity, 
And gives, for thy trusting worship, truth.

This, this indeed is to be accursed, 
For if we mortals love, or if we sing, 
We count our joys not by what we have, 
But by what kept us from that perfect thing. 


Paul Laurence Dunbar 

Thursday, March 15, 2012

Kepingan Hidup

Gadis itu tertawa setiap kali orang menyapanya.
Gaids itu tersenyum kala orang menjahilinya.
Ia sulit sekali membenci orang.
Mungkin memang karena sifatnya yang terlalu sensitif.

Gadis itu dewasa.
Ia masuk sekolah dasar.
Dibesarkan dengan segala kepolosan, ia tak pernah mengenal apa itu cinta.
Ya, yang dia pikirkan hanyalah bahagia dan senang.
Ia memang sangat bahagia.
Bagaimana tidak?

Keluarganya ada dan sangat lengkap.
Selalu ada disaat ia kesepian.
Hangat dan menaungi.
Mereka di sisinya ketika ia kesepian.

Gadis itu selalu menjalani harinya dengan riang.
Gadis itu nyaris tak pernah mengecap kepahitan hidup.
Dia hampir sempurna.
Ia dikenal banyak orang di sekolah.
Ia terkenal akan keceriaannya dan kebahagiaannya.

Gadis itu juga terus bersaing dengan seorang pemuda.
Mereka bersaing prestasi, tapi gadis itu tak pernah tahu bahwa sebuah perasaan tumbuh di hatinya...
Untuk pertama kalinya, gadis itu merasa aneh.
Apa ini?
Perasaan apa ini?
Jantung berdebar.
Perasaan malu yang bermakna berbeda.

Kepalanya dihinggapi bayang-bayang samar.
Bayang-bayang pemuda.
Nyatanya...
Hidup gadis itu berubah.
Sejak detik itu, ia tak lagi selalu memikirkan kesenangannya.
Ia seperti terpecah, dirinya yang dulu dan dirinya yang beranjak dewasa.

Waktu berjalan layaknya tetesan air di tembok.
Mengalir pelan namun pasti, terkadang terbelah namun menyatu kembali.
Tapi hidup gadis cantik nan polos itu seperti ditulis ulang secara berbeda.
Ia tak lagi sepolos dahulu.
Tak sering tertawa lagi.
Tak sering bahagia lagi.

Rasanya menyakitkan baginya, menghadapi ini semua.
Keluarganya pun mulai berubah.
Mereka tak ada lagi disana saat ia menangis.
Hangatnya mereka memudar menjadi kebekuan nelangsa.
Hanya kekuatan lemah yang terpercik dari gadis itu.

Gadis itu selalu membayangkan bagaimana ia dahulu.
Bahagia dan senang.
Ia menatap cermin.
Yang ada hanyalah gadis berbeda yang wajahnya tersaput mendung.

Siapakah dia?
Dimana gadis yang dulu?
yang selalu optimis dan ceria?
Yang selalu menghibur orang lain, bukan malah dihibur?
Tetes hujan menyentuh ujung hidungnya.
Gadis itu mendongak.
Ia menangis, melihat langit kelabu yang menangis perih.

Hidupnya memang berliku.
Ia masih terlalu rentan mengalami semuanya.
Gadis itu bangkit, menatap cakrawala yang kelabu.
Menembus celah-celah awan kapas.
Mencari mentari yang bersembunyi.

Ia tersenyum pedih.
Ia yakin, suatu saat hidupnya akan membaik.
Pasti.
Mata gadis itu terpejam.
Menikmati belaian lembut angin lembap...
Hidupnya masih penuh pertanyaan yang menggebu, dan gadis itu tahu ia harus memecahkannya.

Kelak, kepingan bagian hidupnya akan tersusun lagi.
Seperti dulu.


--Author
*inspired by true story

Friday, February 24, 2012

Beku; Shiver

Seluruh tetesan mengering
Lubang di dadaku menganga
Hanya saja, tak ada lagi darah segar yang menetes
Tak ada lagi kerinduan yang mengendap
Tak ada lagi penyejuk yang menyelimuti

Lubang itu basah dan kosong
Sepi dan sunyi
Berdebu dan kusam
Tak pernah lagi tersentuh--oleh apapun dan siapapun

Aku tinggal onggokan patung
Tersembunyi dibalik rumput ilalang tinggi
Tertutup kabut putih yang tebal dan menyakitkan
Hanya bisa diam, meringkuk dan menunggu

Apakah ini, ya, rasanya...?
Sungguh sakit
Kini aku baru mengerti semuanya.
Kenapa dulu aku begitu bodoh?
Kenapa dulu aku terlalu bahagia?

Kini aku nyaris tak bisa lagi mengecap apa itu perasaan yang dulu
Aku sudah nggak ingat apa itu menyukai orang
Aku terlalu beku dan setengah koyak
Rasanya sungguh hancur
Kebas akan semua perasaan--bahkan disakiti saja aku sudah nggak peduli
Dipermalukan aku sudah tak menganggap penting

Mati rasa...
Bagaimana sih, rasanya suka itu?
Aku sudah lupa, sepenuhnya

Aku terdiam dalam gelap, tak lagi berusaha menggapai bibir lubang kegelapan tempatku meringkuk
Hanya diam, dan pasrah
Menunggu entah sampai kapan
Detik membunuh, tapi aku bergeming

Mengapa kau sekejam itu?



Tuesday, December 13, 2011

Amatir...

Ga tau kenapa, aku ngepens banget sama lagunya Demi Lovato, SKYSCRAPER.
Keren aja gitu, gedung pencakar langit... *Asek
Makanya tuh lagu inspired me to give the URL of my blog and the title of it. ^ ^

Helloo!!!! Welcome to my new blog. :B Actually, I already have a blog too, this is just because I'm boring girl so, yeah. I make one else. This is my other blog, click here.

Today, I'll just give a poem. :DDD Ohya, curhat dikit ya. *gubrak
I saw him yesterday. Ha-ha Of course, -_-" He and I are in the same school. And you know what? Love's blind, I agree that. Dia pake kacamata. ._. Since when...?

But, I don't care 'cause I was pounding when I saw him. O My God... (>_<) (0_0) (>_<) (0_0) *blink
He's....
*speechless*
Since when he uses glasses??
Tapi boaaam. :BB Tapi, seperti biasa, aku ga kuat liat dia lama-lama, jadi aku mondar mandir gelisah kayak kucing ngebet kawin. Jirr... wonder struck...
Sampe-sampe aku gambar baju yang dia pake kemaren. Jeez... Am I that crazy??

Ohya, pleaaaase dukung kita ya, anak-anak EIGHTANA (EIGHT ANdalusia A) menang di Lomba Phylox!! >< Amiiin... want to know the crazy day about "Class Meeting" and Phylox? Just visit my other blog. ^w^
FYI, Eightana udah menang di lomba Basket en futsal... hahaha yomaaaan Eightana gitu lohh. :P

Thanks, this is a poem. Go read! ^ ^
I got this from this URL: Poems Lovers

Love Like This
by Chelc
Late night talks
Thinking of memories
Who knew it would last this long
And you would fall in love with me

Holding me in your arms
Never letting go
Trusting every word I hear
Just because you told me so

Looking into your eyes
Fighting back the tears
Nothing bad has happened
But that is what i fear

You wipe my eyes and remind me
That I'm your dream come true
And you've never had a relationship
Like the one between me and you

So I continue to have the late night talks
And the feelings I have for you
Who knew that not only could you fall in love with someone
But become best friends too!

See You Later, guys! :D
Cheers, Annyeong!