Wednesday, March 14, 2012

It's My Life! Ep. 2

-Episode 2-


Annyeong haseyoooo!!!

Okay, don't ask me why I just made a new post. Really, these weeks, I was exhausting almost every time.
You know, the exams are running through the days, catching us like invisible hands that could capture us anytime.
Exams!

Ya ampun. -___-"
Tolong Tuhan, ampunilah hamba...
Semenjak ke tempat baru, aku harus berjuang keras ngejar pelajaran yang tertinggal. Yep, di sini pelajarannya jauuuuh bedanya sama M.O.S. Yeah, tesnya aja susah!!
-____-*
Alhamdulillah sih masuk.
Yah.

Disini juga harus ada penyesuaian yang mutlak.
Bahasa, kelakuan...
Yeah, many things are different. A lot.
And I have to think how can I adjust or I won't survive. -_-
I thought a lot, about the consequences if I didn't do this or do that, If I couldn't obey the rules well, if I couldn't understand my new friends behaviors...

And it was all about if!
Seriusan, awalnya kukira aku bakal susah disini.
But, not bad, my friends are all cool and they don't take it as a big prob.
That's good.

Keterbatasan bahasa!
Yah, karena itulah mengapa saya menjadi anak paling diem!
HAHAHAHA.
Rasanya suka lucu sih ngebayangin aku dulu gimana, dengan aku yang sekarang.
Seriously, the differences are much... far away.
Well, actually, kalau aku mau cari sensasi atau ngegokil like I used to, I can.
Hanya satu: bahasa.

\\(*M*)//
Tiap kali aku mau ngomong, pasti kata-kata itu tertelan lagi kedalam kerongkongan menuju batas diafragma, menuju ujung lambung...
Eh, melantur. -_-
Pokoknya, gajadi mulu mau ngomong. Actually, aku udah agak ngerti bahasa mereka.
Prinsipku sih gampang aja maunya(masih mimpi yang entah kapan tercapai TT__TT): mereka ngomong sama aku dengan bahasa mereka, aku ngerti tapi aku ngomongnya pake bahasa Indonesia. Jadi kan gimanaaaa gitu. #apasih

Btw, bagaimana kalau saya memusingkan nilai-nilai saya yang entah mengapa seperti main ular tangga.
Alias naik turun gajelas.

*teriak*

Paling jelek tuh biasanya nilai-nilai PKN, Fisika, Matematika... well, those lessons, I used to have some kind of "not too bad" scores since I was in first grade in JHS. So, bagiku, agak "maklum" kalau nilai-nilaiku jeblos di pelajaran itu.
In this place, I get new lesson: A new language lesson, and Seni Budaya Musik.
WTH.
AAAAAAAAGHHHH!
Nah, yang terakhir itu tuh yang bikin sepet abis.
Masalahnya nih, ya, para Bloggers yang setia membaca coretan penuh ketidakjelasan ini, I NEVER learn a thing about muuusiiic.
Never. NE-VER. NE-VA'. 
(bisik sambil nahan kencing) (??????!)



See?
Masuk-masuk tiba-tiba orang-orang pada ngomongin tangga nada lah, paranada.
Apa-apaan?!!!
Ya ampun, God, please bless me. -_______-*

Tapi bisa dibilang ini semua baru awal dari perjuangan mati-matian menuju kesuksesan. *plakkk
Masuk sekolah favorit aja I think it has been a great achievement.
Apalagi guru-gurunya disini beda banget sama M.O.S.
-___- ada yang "rada-rada" pula. Astajiiim.
Tobat deh.

Harus sabar sepenuh jiwa raga deh, intinya.
6(_-_)9
But, this place is mush newer than I have thought, the manners are all great, they obey teachers and respect a lot. Tiap ada guru pasti salim, selalu inget ada PR, selalu piket setiap pulang sekolah. Piketnya itu, my schedule is on Thursday.
Yeah, when we are about to go home, the people who are on their schedule day will prepare. You know like, take the chairs upon the tables, nyapu sampe betul2 bersih and they'll go home.

Or, nonton bareng!
Hhehe karena ada proyektor tiap kelas, sometimes we watch movies. Yeah, it's cool in many things.

Besok ada ulangan Matematika! OMG. X______X
So far, Math hasn't be my favorite lesson. Although my mom is good in math, but I think that talent is very difficult to pass down to me. What a pity.
Huh.
So, berhubung saya sedang puasa dan saya sangat sulit belajar kalo ga makan, I plan to study after the twilight. Talking about "Twilight" by Stephenie Meyer, I was wondering when will the Breaking Dawn part II released? (____-____)

I was watching Indonesian Idol. Ih, sumpah, kontestannya gitu deh. Ada yang menyedihkan sampai memuaskan. Ada yang kepedean suaranya sok-sok ngerasa kayak Whitney Houston atau Celine Dion, atau Christina Aguilera, Beyonce, Toni Braxton, bahkan Agnes Monica--maksudnya dia tuh nyanyi nadanya tinggi abis tapi suaranya persis kodok kecekik.
Bukan berarti suara saya bagus juga ye, bukaan.

Masalahnya, didn't she think or maybe test it with somebody else, like training, or some efforts?
Pas liat si kontestan ini aku gemes banget(sambil nutup kuping saking sembernya sang kontestan saat menyanyi)pengen ngerekam suaranya terus nyuruh si kontestan dengerin tuh nyanyiannya.
Haduuuuh. Juri-jurinya aja sampe pada pusing, --"
I mean, kasian juga si kontestan kalo sampe mempermalukan diri sendiri, apalagi Om Anang, juri Indonesian Idol yang kata-katanya pedes sama Om Ahmad Dhani juga yang komentarnya sangat jujur.

But doesn't mean to tease, I think the adjudicators should see into their own voice. You know, like self introspection.

Well. What else? Allright, facing two days ahead before my birthday, I am not wishing something special, because I think I don't need anything so far.Well.
Maybe new laptop--untuk tugas-tugas sekolah. .-.
The rest of it, nothing. On my 14th age?
I wish I can be better and... more confidence. Amen. AMEN.

Please doain ya semoga saya bisa menerbitkan novel tahun ini(atau bulan ini?)!
Still considering where will I send the script of novel, I'm collecting novel either from bookstore.

:/
Well. I guess it's more than enough!
Oh ya tadi kan ulangan Biologi ya, wkwkwk ada kejadian seruuu tapi I'm afraid it's totally secret so just answer by yourself, :PP

Goodbye!!
ADIOS, Je'taime readers *whatThe...

:9--Hanna F




Saturday, March 10, 2012

Be A Writer... Is the Greatest Challenge

Mostly, people don't notice this profession.
They take it as a... low achievements.

Bagi mereka mungkin, penulis hanyalah untuk seorang kutu buku.
Bagi mereka mungkin, penulis hanyalah profesi yang tidak ada harganya.
Bagi mereka mungkin, penulis hanya untuk para kutu buku dan penulis tak pernah dipandang, tak pernah disoroti kamera layaknya artis.

Oke.
Dengan lantangnya, para penulis akan berteriak,
TIDAK.

Para penulis bekerja di balik kertas dan tinta.
Mereka mengabdikan diri mereka pada untaian kata 
Mereka selalu haus akan nikmatnya inspirasi dan imajinasi.
Mereka hidup dari setitik tinta dan secarik kertas.
Penulis terbuai dalam nina bobo dunianya dalam benak.
Penulis juga berolah raga.
Menorehkan setiap tetesan tinta pada pena, menulis dan terus menulis.

Well, bagiku, penulis adalah sesuatu yang lebih dari sekedar profesi.
Tidak semua penulis itu kutu buku.
Banyak contohnya.
Bahkan ada juga orang sukses yang mengabdikan dirinya pada menulis.

Coba aja kalian praktekkan.
Ada selembar kertas dan pena di atas meja dan kalian diberi waktu satu jam penuh untuk melakukan sesuatu.

Apa yang bakal kalian lakukan?
Melipat kertas menjadi pesawat terbang?
Atau menggunakan penanya untuk membuat tato di badan?

Itu kalau kalian.
Tapi kami--para penulis yang menggunakan kertas sebagai "lajur lurus" dan pena sebagai penuntunnya, kami pasti sangat menikmati satu jam itu!
Bahkan mungkin, kurang!
Hanya dalam satu jam, kami bisa menciptakan dunia baru dan menakjubkan, melebihi semua hal yang tak pernah dipikirkan oleh manusia.

Jangankan satu jam.
Lima menit saja kami sanggup.
Bahkan setiap detiknya, otak kami dipenuhi ide-ide gila nan seru yang pantas dijelajahi.
Ya, itulah jalan seorang penulis. :D

Yang kami ciptakan, BUKAN hanya sekedar buku.
Yang kami ketikkan, BUKAN hanya sekedar kata dan kalimat.
Yang kami pikirkan, BUKAN hanya pikiran kosong tak berguna.

Kami membuat perubahan. 
Perubahan besar yang bahkan, hebatnya bisa mengubah pola pikir si pembaca.
Baik positif dan negatif.
Setiap detik adalah inspirasi, setiap jam adalah lembaran yang terus terbuka, setiap hari adalah pintu menuju dunia baru yang menakjubkan.

Indah, indah, memang.
Jangan kira para penulis tidak bisa terkenal.
Seperti yang sudah disebutkan, penulis bahkan bisa menyaingi artis termahal sekalipun!
Mereka juga bisa disorot kamera setiap harinya, melonjak kedalam koran dan terkenal hingga ke seluruh dunia.

be a Writer isn't easy but isn't hard either.
Penulis punya kekuatan tersendiri.
Keyakinan, Kerja Keras, Konsisten dan Berpikir Positif.

Dari karya itu, mereka bisa melonjak dengan sendirinya.
Tapi.
Tapi.
Menjadi penulis tidak berarti sangat gampang!

Menurut saya, penulis pemula, menorehkan pena atau mengetikkan satu kata saja adalah perjuangan.
"Hah, kok bisa? Bohong ah,"
Untuk apa sih saya bohong?

Setiap kata yang ditulis berarti banyak, penuh ide yang berbeda dan bisa memberikan kehancuran ataupun kesuksesan gemilang. Setiap satu kata, bisa membawa karya mereka ke karya positif yang hebat atau buruknya, akan menjatuhkan mereka semakin jauh kebawah, memberi efek negatif.
Setiap kata.
Kami membentuk dunia.

Bukan meniru dunia.
Penulis sangat serius menapaki setiap lembar kertas yang tertoreh tinta.
Mereka takkan diam saja saat ide deras mengalir menjalari tubuh mereka, menyetrum setiap saraf mereka. Saat ide mengalir, semua bisa mereka tuliskan.
Kalau ada alas, maka disitulah "tempat kerja" penulis.
Baik tisu maupun kayu.
Mereka takkan berhenti menulis.

Menulis adalah jalan bagi penulis, dari situlah mereka bisa bertahan.
Mereka, yang bertekad kuat akan terus menulis.
Sampai menulis adalah hal terakhir yang bisa mereka lakukan.
Lalu mereka akan menulis surat wasiat.
Mereka akan menulis dan seumur hidupnya mereka akan menulis.

Penulis adalah suatu hobi, cita-cita dan tujuan.
Penulis adalah salah satu tantangan terbesar.
Bisakah kalian menciptakan sesuatu yang berharga dan akan mengubah dunia?
Para penulis akan berteriak, YA, KAMI PASTI BISA.

Jadi, bagi sekalian orang yang meremehkan penulis, jangan lagi.
Sebaliknya, mulailah menulis walaupun hanya satu kalimat per hari. Karena sebuah karya dibentuk dari kepingan-kepingan kerja keras, ketekunan dan keyakinan tinggi.
Saya yakin, penulis yang bertekad hebat akan mengubah dunia.
Namun penulis tidak mementingkan royalti.
Penulis tak mementingkan ketenaran.
Penulis tidak mementingkan popularitas.

Penulis hanya akan menulis.
Dibalik setumpuk kertas dan sebotol tinta.
Dibalik laptop dan dibalik buku.
Mereka hanya ingin menciptakan karya.
Mereka hanya ingin menulis.

Tidak lebih.
Tak apa kalau mereka hanya akan bekerja di balik tirai dunia.
Tapi mereka selalu hidup dan ada.
Dibalik kertas dan pena.
Meneteskan semangat membara.

Penulis... hanya ingin menulis.
Keyakinan dan konsistensi.
Mereka percaya--selalu percaya.

Suatu saat nanti, karya mereka akan hidup.
Imajinasi mereka tak terbatas.
Jadi, hiduplah para generasi penulis!
Tak peduli berapa usia mereka.
Tak peduli bagaimana rupa mereka.
Tak peduli apa status mereka.

Menulis bisa menerbangkan penulisnya keatas langit.

Be a writer... is like in heaven.
Write within, live inside.
It's beautiful and great.
It's the greatest challenge ever.

Let's try to write, from this time...
until the end.


Love Regards Always,
A girl who dedicated herself to be a writer.



Saturday, March 3, 2012

It's My Life! Ep. 1

-Episode 1-

Hello guys!
well, based on the title, I'll try my best about write about my activities--some secrets, maybe, anything! So, I'll just start it right??

Hari ini.
Awalnya, kukira bakal susah. -____-"
Gila aja, of course kalo nggak karena Ulangan Bahasa Sunda! It's the best danger for me, so... I was totally freaking out. I shouted a half of the day--from morning 'till noon, an hour before the Sundanese lesson started--literally, in my head.
I CAN'T TOUCH THIS BUTTON!!! XoX

 Jadi.
Aku.
Panik.
Tingkat kutunya dewa. *bosen ah dewa mulu yak. --" trus apaan dong?*

Humm... suasana di sekolah?
Ada beberapa anak yang ga masuk. Trus pas BTQ--pelajaran Qur'an, pada rapat yang OSIS, jadi kelas tambah sepi lagi.

Tapi intinya, tadi aku ga nalar surat sama sekali(kalo di tempat asalku kan istilahnya namanya "nyetor" kalo disini "nalar". -__-" Aneh ya. Ada lagi, buku cetak namanya buku paket disini. Jadi, ngomongnya jangan buku cetak...)soalnya Al Jumu'ahnya agak sussaah cuy.

Tadi ada yang kocak. Jadi, ceritanya tuh, temen cowokku namanya B, lagi lari-larian ama temenku yang namanya T. Nah, pada saat bersamaan, temen cewekku yang namanya S lagi lari-lari mau ke pintu juga.
Pas itu pula, si B lagi menjulurkan kaki buat lari.
Nah, si S juga mau lari.
You know how it ended.
Yes, they got crash each other, si S keselengkat.
Wkwkwk sumpah kalo ngeliat langsung pasti ngakak, soalnya kejadiannya mendadak banget.

Si B juga sempet kepeleset gara-gara air yang ditumpahin dia sendiri...
I know.
Aku tahu ini ga lucu, ya kan?
Detik ini, aku coba inget2 apa yang tadi terjadi sebenarnya di sekolah, tapi nyatanya tadi aku terlalu panik ngadepin B. Sunda jadi sekarang aku gabisa inget apa-apa lagi.

.-. *krik

Lanjut!!!! Tadi ngebahas ulangan B.Indo, alhasil aku ada beberapa yang salah. -___- TT__TT yaah... bersyukur aja dah.
Aku penasaran apa materi di sekolahku ini lebih ngebut dari my old school...

Ohya, it maybe sounds silly but..
Berhubung aku ini tipe orang yang suka tiba-tiba bengong tanpa alasan--aku pernah lagi di kamar mandi, tiba-tiba pas sadar aku lagi apa coba? Lagi gosok-gosokin gayungku ke pinggir WC duduk. -____-* Aib sih, tapi aku kadang juga ga sadar kalo lagi bengong, yang jelas bukan mikirin cowok. Biasanya lebih ke proyek novelku atau bahkan ke imajinasiku sendiri--jadi aku tadi bengongin satu hal.

Kalau aku pergi ke my old school, aku sempet mikirin begini:
ada berbagai macam opsi, dan bersyukurlah para readers, karena kalian udah mengetahui rahasianya. -_-
1. Ada kemungkinan aku bakal pake jaket biruku, sepatu Skater yang kubeli, dan jalan ala Batman mau nyamperin musuhnya--sok super hero deh. Tapi berhubung di Depok panas, gamungkin pake jaket--ga kaya disini, dan berhubung saya bukan Superman atau apalah, jadi aku membatalkan opsi pertama.
2. Mungkin... naik mobil, turun di depan lapangan, dengan slow motion terus semuanya pada teriak... Karena ini terlalu ke Justin Bieber-an, dan mobilku ga sampe ke Alphard apalagi limusin, daaaan... aku ini ceroboh jadi kalo aku jatoh, semuanya bakal hancur. So... I skip this option.
3. Naik kuda hitam.

Allright, the last one, maybe sounds like a Zorro, kind things like that--but I really wanted to do it.
Yaaa...
Okay, It's ridiculous... but, I think the last option is better. You think?
I was thinking I'd maybe look like this one:

But err... that time, I knew I was about going to be crazy.
err... seriously, It's not what I have expected to be. -__-"


----

So, sebelum kita sampai ke klimaksnya--Sundanese. But, the worry still stick on me 'till now. I guess. o_o--aku kemaren baru aja nonton Easy A di HBO. 
You know it right?
"......"
What? You don't? Well, that's awful, absolutely.
Well. 
Watch my film! I'm exhausted standing here for hours! -__-* Please.
It's a great story. Ini film tentang remaja cewek, yang mau membantu temen-temennya yang nggak populer dan selalu diremehin, walaupun... yah, caranya sih agak salah, yaitu dengan membuat dirinya 'seakan-akan' dia itu ... slut. 

Yeah, Reviewnya bakal kubikin kapan-kapan. Itu film bagus kedua setelah film That's What I Am.
Langsung sajja, LANJUUUT!

So, It was one o'clock.
And... Bu Bahasa Sunda pun masuk.
Tegang.
Panik.
Rasanya tuh, kayak... 
Kayak kamu gabisa sama sekali bahasa sunda, secara mendetail dan keseluruhan dan detik selanjutnya, kamu mau ngikutin ulangan Sunda.

Rasanya aku pengin ngumpet dibalik kain kafannya Poconggg.
Sumpeh, itu namanya deg-degan beneran.
Belum lagi katanya ulangannya bakalan lisan.

SLEP.
Mak.
@_______@V

Tapi alhasil, berapa nilainya coba?



9.
Saat itu juga, rasanya aku pengen keliling dunia. 
Rasanya pengen... pengen...
tidur.
Soalnya aku ngantuk berat tadi. Z_z

Uoh. Akhirnya.
'neraka' kecil sudah terlewat.
Ternyata, dengan jurus ngasal--JANGAN DITIRU, PLEASE--aku lagi bener-bener beruntung. Aku gatau lagi harus terimakasih gimana sama Yang Diatas.


Well. 
Habis itu apalagi?
Nothing special.

Well... .----. sebenernya aku lagi mikirin bbrapa hal...
Like ...
I've failed.
Again.
You know... teenage thing. Got it?
And... It's the second time I failed.
Dan... kayaknya aku bakalan terus gagal. 
Aku udah memutuskan...

Kalo mungkin it's better for me to not have a 'feeling' anymore. To anybody.
Because, it'll just make me dying again. 
Aku bakal fokus sama hal lain aja. Hal-hal tentang perasaan dan semacamnya, bakal kuprioritasin jadi nomer terakhir dalam hidupku. Karena, aku belum menemukan titik terangnya. 

Well. -w-
Kurasa udah lebih dari cukup, yah.... 
So, thanks for reading my posting--you readers are the greatest. 
:DDDD FIGHTING!
This is my life, episode 1. 
Anyway, I'm starting a short holiday because of the ninth grade. 
Go busy with my novel! ><

Hahaha! Fighting! 
-_-"

Bye all!!! :B 

--Episode 1-End

Wednesday, February 29, 2012

Another Words to be Said...

"These violent delights have violent ends... and in their triumph die, like fire and powder... which, as they kiss, consume."

"Once more into the fray. Into the last good fight I'll ever know. Live and die on this day. Live and die on this day."

"Terrified and worry... now it all no matters. I'm walking in the dark, stumbled and scattered, finding my own way home. To something, that will never have endings. To something, that'll last forever."



안녕하세요!!!

Long time, really. 
Well, kalian pasti bertanya-tanya kenapa ada serangkaian quotes yang serba membingungkan...
Yah, faster is better.

Quote yang pertama, tepatnya, kuambil dari kutipan Romeo and Juliet, yang diperantarai sama novel remaja populer dan naik daun, Twilight Saga: New Moon. Yang kedua, aku kutip dari Film terkeren yang baru release tahun ini, bernama The Grey--dibintangin sama Liam Neeson.
Dan terakhir adalah...
Jangan kira itu ngopas, itu karya orang tau. --___-- *plakk
Yep, it's by myself.

Sebenernya, maksud posting kali ini mungkin lebih keee.... curhat, exactly.
Well.
Bukan curhat. 
Jurnal aja deh. 
Terserah lah! -___-"

Pokoknya... well, it was a good day. I studied in my new school, bla bla bla....
Ohya, belum pernah di ceritain tentang guruku ya?
Jadi ada guruku yang sebut aja namanya bu Oway. 
Nah, si Bu Oway ini rada gekgek kalo kata orang sunda mah. Gimana yah?
Gitu weh, pokokna, dia teh...




Haha ohya, sekarang ganti topik.
Berkaitan dengan quotes diatas, aku jadi inget sama suatu problem. 
They know about my secret. And you know what worst?

It because of myself.
(&*&&^^%%$$^**(*(()()(&%%##@@

*gigitin Mie Sedap segentong*

Well.
Aku ga tau orangnya udah tau apa belum. 
Dan kalaupun misalnya udah, please tahu bahwa itu ga berarti apa-apaan kan buat kau? Jadi, shut up. 
It's my life, don't bother.

Ohya, aku selalu pengen nyampein beberapa hal, khususnya ke cowok-cowok, dimanapun anda berada. *plak

"I really hate those boys... who likes a girl with her physic.
Who pretends that they're cool.
Who plays with girl's feelings.
Who pretends that they don't know.
I really hate those boys...
Who never be the way they are. 
Who's ashamed if they can't be popular.
Who sells their good-looking easily.
I really hate those boys...
Who underestimates weak people.
Who doesn't have any tolerance.
Who never remember with their God.
Who's acting the way they want.

So, boys, start to change the bad one."

Well. I guess it's enough.

Bye, see u soon, great time! ;D

-HF

Friday, February 24, 2012

Beku; Shiver

Seluruh tetesan mengering
Lubang di dadaku menganga
Hanya saja, tak ada lagi darah segar yang menetes
Tak ada lagi kerinduan yang mengendap
Tak ada lagi penyejuk yang menyelimuti

Lubang itu basah dan kosong
Sepi dan sunyi
Berdebu dan kusam
Tak pernah lagi tersentuh--oleh apapun dan siapapun

Aku tinggal onggokan patung
Tersembunyi dibalik rumput ilalang tinggi
Tertutup kabut putih yang tebal dan menyakitkan
Hanya bisa diam, meringkuk dan menunggu

Apakah ini, ya, rasanya...?
Sungguh sakit
Kini aku baru mengerti semuanya.
Kenapa dulu aku begitu bodoh?
Kenapa dulu aku terlalu bahagia?

Kini aku nyaris tak bisa lagi mengecap apa itu perasaan yang dulu
Aku sudah nggak ingat apa itu menyukai orang
Aku terlalu beku dan setengah koyak
Rasanya sungguh hancur
Kebas akan semua perasaan--bahkan disakiti saja aku sudah nggak peduli
Dipermalukan aku sudah tak menganggap penting

Mati rasa...
Bagaimana sih, rasanya suka itu?
Aku sudah lupa, sepenuhnya

Aku terdiam dalam gelap, tak lagi berusaha menggapai bibir lubang kegelapan tempatku meringkuk
Hanya diam, dan pasrah
Menunggu entah sampai kapan
Detik membunuh, tapi aku bergeming

Mengapa kau sekejam itu?



Annyeong...

Wow! Is it getting VERY cold, or was it just me ?
Because I shivered for a half day.
Whew.
Well, di tempatku sekarang dingin banget. Tau ga, sampe-sampe tadi pagi jari kakiku nekuk, gabisa dibalikin lagi!!!

*merinding*
E sumpah, serem banget tau. Aku panik kubuka jariku, saking bekunya sampe otot-ototnya gabisa lentur. Akhirnya dengan setengah panik, berhasil juga.. -____-*
Jadi trauma.

Yeah, before we got in...
Apakabar semua?? Maaf baru ngepost, bener-bener ya. -__-" mau ngepost gajadi-jadi terus, mostly because of the business--home works and a week full of exams. Yeah, I surely got to find good scores so... y'know.

So.
Tahulah, setelah beberapa minggu kalo lewat diliatin orang--untung bukan dipelototin--akhirnyaa... finally, aku jadi bagian dari sekolahku yang baru. Well, seenggaknya aku udah tahu dimana itu kelasku--kelas 8E, kelas terheboh, terame, tergokil, terancur dsb--koperasi, R. Guru, Kamar mandi--very important! :P--UKS, R, Multimedia, Perpustakaan, Lab. Ipa, kelas 8D, Kelas CI, kelas 8A, Lab. Kom, dan... what else?
Just want u to know, tau gak, tiap kelas di skolahku ini ada Proyektornya plus speaker.

Gelo ya?
Wkwkwk aslinya sih seru abiss!!! So, when the bell rings, we'll hear music through speakers or just watch movie with Projector. Fun, totally....
There R many great things I meet, and new friends... well. Temen-temenku masih terbatas sih tapi no prob lah!

But Still,
I miss my old, memorable school.
I'm gonna meet 'em! Soon! I really REALLY miss them.

And about him.
Yeah.
Well.
Gaada komunikasi sama sekali, soo...
Speechless. Let's just change topic!! -___-*

Well... Guess what? Aku baru aja nonton Breaking Dawn Part 1. Baru aja.
*Ya Tuhan Gusti, kemana aja neng?*
Yaaah... intinya seruuuu boooyy!! :B bener-bener seputar Edward-Bella-Jacob, Konflik between Werewolf and Vampires bener-bener ngena, the battles, such as shape shifter--And imprint, I thought, was only the funny thing. Yeah, who won't laugh, if someone fall in love with a 3rd year girl?
Dan Jacob kayaknya bener-bener gagal dalam imprintnya ke Bella.
*So Sad*

But, mostly, Breaking Dawn yg bagian awal perlihatin Honeymoon-nya Bella and Edward di Rio de Janeiro--tepatnya di Isle Esme.
Wow, jangan tanya deh gimana adegannya.
"Sudah makan dulu sana, ada TAI AYAM spesial tuuuh..." *nyasar*

Lanjutt,
setengah film itu, aku nutup mata terus.
Busut.
Film apaan gelap-gelapan mulu?
Intinya, gitu deh ah, -_-"

Bla-bla bla...
And I really hope will watch the Part 2 of it.
Sebenernya paling ngakak waktu Jacob ngimprint Renesmee yang baru lahir.
Dia langsung bisa liat Renesmee waktu gede, wah pokoknya, very... i dunno, for me, it was absolutely ridiculous--then why I still watch it? -_-"--and I laughed.


What else?
Maybe just it, no more.
Oh yeah, my novel just got into the 67th page. Support me! I really want to publish a novel--any of them.
And... tadi, masa temen-temen yang cowo pada main PS 2 di kelas. Gelo.

Apa lagi ya???
"Sudah makan dulu sana, ada TAI AYAM spesial tuuh..."
bawel amat sih ni emak-emak Mie sedap ayam spesial. Jangan tanya darimana dia bisa nyambung-nyambung mulu. -____-"

Ohya, aku penasaran ama Depok.
Gimana kabarnya? My school? Kalo bisa dateng ke Darbi, aku pengen tinggal di sana, walau cuma sehari, ikut belajar di Darbi juga.
Omong-omong, emakku udah manggil-manggil neh disuruh makan. Heran tau, akhir-akhir ini emak saya entah kenapa selalu menyuguhkan makanan pada saya.. sejak saya bilang "Aku mau diet!" Justru sering dipaksa makan banyak. Maunya apa sih, mak, mak... -_______-*
"Sudah makan dulu sana, ada TAI AYAM spesial tuuh.."
BAWEL!!

*nabokin emak-emak Mie Sedap*
"Kalau mau awet pulsa tidak begini caranya..."
*nabokin emak-emak Axis*

Mana lagi yang mau ditabok?!! Hah?!!

*nongol*
"Aku ga punya pulsaaaa...."
-____________________-"

Di kelasku lagi ngetren Mie Sedap versi mereka sih. Mau tau kayak apa? Berawal dari upload-an foto si X.

"Afikaa..... | Apa...? | Sms gapernah, nelpon gapernah! | Aku ga punya pulsa....! | Sudah, makan dulu sana ada TAI AYAM spesial tuuh..."

Wkwkwkwk
Sekian, thanks!
Cheers!

* TAI AYAM--wkwk entah kenapa ga puas kalo ga di CAPS-LOCK! XBB
Annyeong!

Monday, February 6, 2012

Super Junior - It's You (English/Hangul/Korean Lyric)

Ada lagu yang aslinya sedih banget. This is the great song of the best group boyband ever, Super Junior. Di MV nya aja, semua membernya akting berkaca-kaca TT_TT
Enjooy... :)

Album : Sorry Sorry Ver. C - Super Junior
Korean Title : 너라고 - Neorago
 Want to listen this song? Click the link above: 4Shared - It's You; Super Junior




Korean Lyric :
[Hankyung]
Neorago (Kyuhyun:Neorago)
Neorago (Kyuhyun:Neorago)
Nan noppunirago (Kyuhyun:Neorago)
Neorago (Kyuhyun:Neorago)

[Donghae]
Dareum saram pilyo obseo nan geunyang neorago
Dashi hanbon mullo bwado nan geunyang neorago
[Kyuhyun]
Imi noneun dareun saranghaet kkaetjiman
Ojol suga obseo dashi dorikilsu obseo oh
[Yesung]
Nae nunbit chi deuroodon keu sungane
Gaseum gipsul moseul bakdon sungane
[Leeteuk]
Miryeon obshi baro nohreul sontaekhaeseo
Geurae nan neorago

[Siwon]
Oh nan, geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obgado
Geu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
[Ryeowook]
Na dashi taeor nandedo ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
[Kangin]
Oh nan, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultago mareun ibsol daldeorok
[Kyuhyun]
Na dashi taeor nande do ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan!

[Eunhyuk]
Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you oh oh only for you
[Eunhyuk/Shindong]
Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you
(Neorago)

[Kangin]
Amumaldo pilyo obseo nan geunyang neorago
Nomu neujortago haedo nan geunyang neorago
[Sungmin]
Jal motdwin sarang ingol algo itjiman
Pogi halsu obseo joldae nohchilsu neun obseo ah ah
[Eunhyuk]
Chadichan nae ibsul reul tto burrune
[Shindong]
Ddeukor ubke nohreul chaja wechi ne
[Ryeowook]
Bulobwado daedab obneun noijiman
Nol gidarinhago

[Hankyung]
Oh nan, geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obgado
Geu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
[Yesung]
Na dashi taeor nandedo ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
[Sungmin]
Oh nan, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultago mareun ibsol daldeorok
[Kyuhyun]
Na dashi taeor nande do ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan!

[Eyunhyuk]
Oh oh only for you oh oh only for you

[Heechul]
Nan neorago neorago naneun (Donghae: wae moreuni? wae moreuni?)
Nan neorago neorago naneun nan~

[Siwon] Geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago
Geu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
[Ryeowook] Na dashi taeor nandedo ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
[Donghae] Oh nan, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultago mareun ibsol daldeorok
[Kyuhyun] Na dashi taeor nande do ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan!

[Heechul] Neorago 
(Kyuhyun:Neorago)
[Heechul] Neorago 
(Kyuhyun:Neorago)
[Heechul] Nan noppunirago 
(Kyuhyun:Neorago)
Neorago

English Translation :
Its you (its you)
Its you (its you)
Youre the only one for me (its you)
Its you (its you)

I dont need anyone else, its only you to me
Even if you ask again, its only you to me
Even if you have another love already
I cant forget you, i cant turn back
Right when my glare was sharp
Right when i was nailing a nail deep inside my heart
I chose you without any regrets
Yes , its you

Oh I dont care what anyone says
No matter who curse at me, I'll only look at you
If i am born again, it will be only you
Tik-tak - Even as time goes by
Oh when i tell you i love you thousands of time
Even if my heart is on fire and as my lips dry
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time flies

oh oh only for you oh oh only for you
oh oh only for you oh oh only for you
oh oh only for you oh oh only for you

No words are necessary, its only you to me
Even if you say its too late, its only you to me
I know it is a wrong love
I cant give up, I can never let you go
My cold lips call out more and more
Its finds you warmly and calls you out
Though you never respond when called
Im waiting for you

Oh I dont care what anyone says
No matter who curse at me, I'll only look at you
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time goes by
Oh when i tell you i love you thousands of time
Even if my heart is on fire and as my lips dry
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time flies

oh oh only for you oh oh only for you
To me, its you. Its you to me. (why dont you know, Why dont you know?)
To me, its you. Its you to me. To me

I dont care what anyone says
No matter who curse at me, I'll only look at you
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time goes by
Oh when i tell you i love you thousands of time
Even if my heart is on fire and as my lips dry
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time flies

Its you (its you)
Its you (its you)
Youre the only one for me (its you)
Its you (its you)


Hangul :
너라고 (너라고) 너라고 (너라고)
난 너뿐이라고 (너라고) 너라고 (너라고)

다른 사람 필요 없어 난 그냥 너라고
다시 한번 물어봐도 난 그냥 너라고
이미 너는 다른 사랑 있겠지만 (너라고)
어쩔 수가 없어 다시 돌이 킬 순 없어 (너라고)

내 눈빛이 들어오던 순간에 (너라고)
가슴 깊이 못을 박던 순간에 (너라고)
미련없이 바로 너를 선택했어 (너라고)
그래 난 너라고 oh! 난

그 누가 누가 뭐래도 나는 상관 없다고
그 누가 누가 욕해도 너만 바라본다고
나 다시 태어난 대도 오직 너 뿐이라고
째깍째깍 시간이 흘러도 oh! 난

널 사랑한다 말해도 천 번 만 번 말해도
내 가슴 속 다 불타고 마른 입술 닳도록
나 다시 태어난 대도 오직 너 뿐이라고
째깍째깍 시간이 흘러도 oh! 난

oh oh only for you
oh oh only for you
oh oh only for you
oh oh only for you
oh oh only for you
oh oh only for you
oh oh only for you 너라고

아무 말도 필요없어 난 그냥 너라고 (너라고)
너무 늦었다고 해도 난 그냥 너라고 (너라고)

잘못된 사랑인걸 알고 있지만 (너라고)
포기 할 수 없어 절대 놓칠 수는 없어 아아 (너라고)

차디찬 내 입술을 더 부르네 (너라고)
뜨거웁게 너를 찾아 외치네 (너라고)

불러봐도 대답 없는 너이지만 (너라고)
널 기다린다고 oh! 난

그 누가 누가 뭐래도 나는 상관 없다고
그 누가 누가 욕해도 너만 바라본다고
나 다시 태어난 대도 오직 너 뿐이라고
째깍째깍 시간이 흘러도 oh! 난

널 사랑한다 말해도 천 번 만 번 말해도
내 가슴 속 다 불 타고 마른 입술 닳도록
나 다시 태어난 대도 오직 너 뿐이라고
째깍째깍 시간이 흘러도 oh! 난

oh oh only for you
oh oh only for you
난 너라고 너라고 나는 (왜 모르니 왜 모르니)
난 너라고 너라고
나는 난

그 누가누가 뭐래도 나는 상관없다고 (난 상관 없다고)
그 누가누가 욕해도 너만 바라본다고 (널 바라봐 hey)
나 다시 태어난 대도 오직 너 뿐이라고
째깍째깍 시간이 흘러도 oh! 난

널 사랑한다 말해도 천번 만번 말해도
내 가슴 속 다 불 타고 마른 입술 닳도록
나 다시 태어난 대도 오직 너 뿐이라고
째깍째깍 시간이 흘러도 oh! 난

너라고 (너라고) 너라고 (너라고)
난 너뿐이라고 (너라고) 너라고



So Here We Go Again...

Hi guys.

Actually, I just warn you that this is my official blog and it's up to me about the contents right?
Right.
So... How are you? I'm empty now, and the first thing which came to my head was just only my blog so... you know.
First... you remember about my New Moon book right? I finally finished it. Well... although I had read it many times--from the four books, I think I favorite New Moon a lot :9--I always thrilled and want read it again and again... what I'm trying to say is just how can Stephenie Meyer make a great novel like that??

karakternya bener-bener kuat.. Suasana yang diciptain... wow. Really... awesome.
Well, aku suka karakter Jacob Black.

He described as a cheerful teenager, as Bella Swan could say, more than less like this: Jacob's basically cheerful and jovial nature is carried within him, like an aura pass it to anyone who is nearby. 


I like this character so much because... I think I'd prefer a not-perfect character than a perfect one. 
He's so plain, and make everyone around him very happy. But not far from the "fantasy" theme, he's a werewolf although he never want to be it.


Well.
First. 
Jangan tanya aku kenapa tiba-tiba ngomongin tentang New Moon atau Jacob Black, atau apapun...
Jangan tanya! Don't ask!
-______-*
Because...
Aku...
well, aku panik.
Kesel. 
Okey, rasa keselku lebih kesel dari pada Bella mergokin Jacob naro motor di depan rumah Charlie. Lebih kesel dari Mama Baxter waktu tahu Jody miara anak rusa. Lebih kesel dari perselisihan antara Keluarga Montague dan Capulet. 
Well...
AAAAARGH
ANGRY. Well...
(I dunno why my stupid mouth can only say "well"!) 
Okay. Let's just make these straight. 
Actually, aku ga berniat marah. -_____- cuma lagi bad mood aja, that's all.
Wait,
am I pretending that I'm okay?
All right!

Maaf kalo ngebingungin. -____-*
sebetulnya...
Ini karena dia(LAGI) dan entah kenapa.
Well... sebenernya aku gatau yang dia maksudin tuh siapa--dan aku gapernah bermaksud untuk kegeeran atau kepedean, bomat ah. Tapi... I just want to answer, IF I'm the one he meant to be. 
So. 
Use English okay? Just pray that he doesn't understand (AMIN)
Langsung saja! -__________-*

He said something like this:
"If you say something in a BLOG, be objective... F***"


Okay. First, it's about F*** word.
Why does he always use it? 
I REALLLY hate that word. -____-
Second, the blog word really wounded me. 

So, if he meant was me--I said IF okay??--I'll answer it right now, in this second, at this...

"Okay, so what's your personal opinion about an arrogant, selfish, rude boy???"

All right.

Actually, all terrible. 
Well. That's my first answer. 
Second, he started again about a word sounded like this:
"D** this girl..."

Ha-ha! Got it again. -____-" Hey, actually, I'm trying to help you right here: to fix your bad manner, young man.
This is my answer.
"So, if a girl is a D**, then what are you? A grizzly, ugly bear?"

Seriously, I can play very hard. XP
Well. That's all. Pertama, MAAF and SORRY for all of the readers, yang jadi ikut-ikut kena pelampiasan. >/\< I didn't mean to do that, you know.
Well......
HAHHA.
I'm relieved now. Funny, huh? XDD
Yeah... insane. 

Well, guys, I guess that's all and I hope he read this. Well, not really hoping. -_-*
Well, see ya guys!!!
Love you! Cheers! *hug* :))

--Hanna F
Okay. 

Sunday, February 5, 2012

Silencer; Part 1

=Prologue=

Kalau ini adalah hidupku, maka mereka adalah gelap.
Sepanjang hari seperti lembaran kosong buku lusuh yang rusak, kekuningan dan mulai copot.
Tak ada apapun, bahkan setitik pena pun--hanya sebuah buku tua yang sudah ditinggalkan, dionggokkan diatas meja kusam berwarna cokelat terlalu jelek.
Tak dilirik sedikitpun, tak diintip.

Aku hidup tanpa arah--hanya sebagai tokoh utama yang terus mengikuti jalan pemikiran sang pencipta. Kemanapun ia menyuruhku, aku akan melakoninya. Terjatuh, terseret, terbunuh.
Kosong dan setiap putaran jarum jam adalah tusukan baru tak terlihat di dadaku yang dingin.
Aku mendongak, memandang sang awan yang selalu bersembunyi. Kelabu dan pucat--kelihatan buruk sekali. Kugerakkan tanganku yang lunglai, berharap bisa meremas kapas-kapas itu.

Sia-sia, aku mulai mendesah.
Kupejamkan mata meski berat, tapi aku berusaha.
Bayangan itu muncul lagi, siluet-siluet menyeramkan, menghantui setiap malam. Aku semakin larut kedalamnya, terus, terus... lalu aku tenggelam. Sekelilingku gelap--pekat dan sesak. Meski sekujur tubuhku berteriak, berusaha membuka kunci cahaya itu, tanganku hanya memutar-mutar kuncinya tanpa hasil.

Dan, lagi, sosok itu muncul di tengah gelapnya suasana, tegap dan tinggi.
Tak ada yang bisa kulakukan, maka aku hanya diam, menanti.
Siapa itu? Penolong?
Aku menunggu, menunggu.
Jejakan kakiku tidak terasa. Kebas.
Mati rasa, aku gemetaran dan balas memandang sosok hitam besar itu.

Seperti malaikat maut, tapi tidak; jauh dari pada itu.
Ia diam saja, meski aku terus membeku. Harusnya aku sudah ditelannya, direbutnya, diambilnya.
Ambil saja aku. Hidupku hanya seperti debu, tak ada gunanya. Aku ingin pergi saja, kalau memang harus begitu, tanpa sadar, alam bawah pikiranku bahkan mengatakan hal itu.
Tentu saja, tentu saja aku juga tak punya alasan untuk menyangkal. Aku hanya barang rusak yang tak pernah dibuang siapapun--hanya dibiarkan tak berdaya.

Sosok itu seperti mengerti keadaanku, kepingan diriku yang hancur mulai roboh.
Kenapa ia diam saja? Ingin sekali aku melihatnya membawaku pergi, kemanapun asal tidak kembali.
Ke dunia penuh nestapa dan tak ada gunanya.
Lalu aku bisa menangkap gerakan pelan sosok itu, mulai bergerak sedikit, kearahku.

Maju perlahan, seanggun angsa putih yang melenggang menyusuri sungai jernih.
Pekat, namun indah.
Ia terus mendekat dan aku pasrah. Aku tak peduli apapun, aku ingin pergi.
Nafasku kian sulit saat sosok itu terus mendekat, menghembuskan aroma asing yang lembap namun sedikit sesak. Siapa dia?

Pertanyaanku mulai terjawab, seakan ada sebuah cahaya mendadak atau mataku yang mulai menyesuaikan diri, aku bisa melihatnya.
Sosoknya yang tegap, dibalut jubah yang berkesan cerah namun juga kontras akan kegelapan--kulitnya kecokelatan eksotis seperti beruang musim panas. Rambutnya yang melampaui dahinya disisir miring, berwarna merah kecokelatan dan bola matanya yang hijau mengagumkan.
Apa ini malaikat?
Kurasa bukan. Ini terlalu indah, bahkan dari bawah alam sadarku.

Ia memandangku seperti aku memandanginya.
Saling membeku, aku merasa sangat... lega.
Batu besar itu dikikis sedikit demi sedikit, tak lagi terlalu berat.
Aku mengulurkan tangan, berusaha menyentuh wajahnya yang berdagu segiempat kecil, dengan liukan bibir pink sehat yang agak tebal. Selebihnya, ia indah dan menawan.

"Allen."
Suaranya yang merdu membuatku terdiam. Namaku disebut dan itu mengejutkan.
Ia tersenyum, senyum paling menawan--untuk gadis muda sepertiku, ia sudah sangat sempurna.
Berusaha mengingat dari mana ia muncul, ia mulai memutar kunci yang sulit kubuka. Sentuhannya sehangat mentari dan selembut beledu.
Aku tergugu, tak melakukan apapun, kecuali melihat seberkas cahaya putih menyilaukan muncul dari balik pintu gelap tanpa bentuk itu. Cahayanya menyelimutiku dan dalam sekejap aku tenggelam lagi diantara cahaya menyilaukan itu.

Tidak! Tidak, jangan!
Aku tak mau pulang. Aku memandang lelaki berjubah itu dengan cemas, berharap kedua pelupuk mataku tak memutuskan untuk mengeluarkan cairan bening putih yang akan menuruni pipiku.
Lelaki berjubah itu tersenyum menenangkan, dan seiring cahaya yang menyelimutiku terus menjalar kearah kami, ia berkata lagi dengan suara seindah nyanyian burung. "Belum saatnya untukmu disini."
Aku tak peduli. Aku ingin disini. Bersamamu. Aku berteriak dalam hati.

Cahaya itu semakin mendekat.
Ia tersenyum. "Ya, aku tahu. Tapi kau belum siap. Duniamu disana, bukan disini."
Aku menggeleng marah. Setetes air bening mengalir di pipiku.
Tidak, aku tak mau kembali. Hidupku bagai neraka. Aku tak kuat lagi. Aku kepingin pergi saja.
"Tidak, tidak..." Ia tersenyum. Suaranya nyaris berbisik. Perlahan ia mendekatiku, dan saat itulah aku merasa sangat hangat. Jemari lentiknya menyentuh pipiku.

Aku menatap kedua matanya yang teduh.
"Kita akan bertemu. Kau akan baik-baik saja. Suatu saat nanti..."
Dan cahaya putih itu mulai menarikku pelan kedalamnya. Aku menggapai, berusaha menjangkau lelaki indah itu--meronta. Tidak, tidak, kembalikan aku. Kumohon... kau tidak mengerti!
Tapi cahaya itu terus menarikku, terus dan terus. Ia semakin memudar.
Jangan pergi! Kau tak mengerti! Aku bisu! Aku hanya gadis tak berguna! Tolong!
Tapi kelihatannya teriakanku tak berarti baginya.

Perlahan ia mulai memudar dan hilang, sementara aku kembali terhempas ke dunia tanpa tepi, tak sadar kembali. Samar-samar kudengar gaungan suarannya yang merdu, membelai setiap organ tubuhku.
"Selamat tinggal, Allen."

Dan aku terjatuh, jauh kebawah, menyesali semuanya dan yang kutahu adalah:
Aku akan menghadapi lembaran kosong tak berujung itu lagi, tokoh di dunia yang monoton dan kosong--hampa dan kering. Menunggu setiap detik, membunuhku, namun aku harus bertahan, mau tak mau.
Kelak aku akan bertemu dia. Entah kapan.
Mungkin saat ajal mulai kasihan denganku dan memutuskan untuk mengambilku dari dunia kering ini...
Suatu saat.
Nanti.

Anything!

Hello! 만나서반갚슴니다....
Allright...
Actually, let's talk about yesterday..
Kemaren hari bersejarah. (*_*) *OST. Lagu Tanah Aink* #plakk
Bukan pas Indonesia merdeka.

Kemaren tepatnya tanggal 4 Februari 2012 adalah hari yang mungkin bagi beberapa orang waktunya untuk Lo-Gue-END atau sebaliknya Lo-Gue-Together. Yaaa kan bisa aja kemaren ada yang putus ada yang baru nembak, selamat yoo. -_____-" Sebenernya mau ngomong apaan seh?

Intinya, kemaren adalah hari pada saat perut sedikit mulas, kaki gemeteran, dan susah napas alias sesek, dan dag-dig-dug udah kayak mukul bedug. Bukaan, yang jelas bukan kebelet ke WC.
.-. Coba tebak!
Intinya, I am not a good joker, so my jokes are maybe a bit strange but who cares???
Well then, still remember 'bout the speech contest?

Yeah, yesterday it was my chance to get the trophy. Hahaha oh yeah, I'm great. XPPP

Well, singkat cerita>> terima piala, ngumpul... bla bla bla.
Adalah berkesan karena bisa ketemu Teh Raisya, penulis cerpen... uh keren deh! Penulis cerpen sekolah sih, tapi pernah ngeraih juara 4 nasional. Mati kutu dehh
Orangnya tipikal sosok muslimah tenan:
1) Pake kacamata
2) gaada jerawat
3) Sholihah abissss

Beuh beuh beeeeuuuuhhh... buat cowo-cowo mata keranjang, harusnya cewe begini yang dilirik. -____-*
Lanjuttt best momentnya apa???
DAPET DUIT. DAPET DUIT. I got MONEY.
#OST. Price Tag - Jesse J#
Wkwkwkwk 300.000 and you know what?? Itu bagian dari hadiah juri, sumpah makasih gila sama juri speechnya, WOHOOO. Buat beli novel kan lumayan. *w*

Dan belanja... aku beli magnum.
Well, untuk membuktikan bahwa saya baik-baik saja, ini dia model abad zaman T-rex masih hidup:

Jrutttt
Ini mah salah jeprettt namanya B-P...
Tapi yang namanya makan Magnum itu bener-bener surga kehidupan walau mungkin cuma lima menit kurang sensasinya... but still. Really thanks to Walls Ice Cream! :99


----


Okay.. untuk temen-temen yang ngirim pesen ke saya lewat Karya Tulis Ilmiah B.Indonesia dan nyorat nyoret profil sang penulis tanpa belas kasihan... -___-"
*kidding :B
Penggemar saya memang banyak kok. *mengakui*
Makasih yooooopsss....!
Yeah, I miss you guys a lot too.
don't worry, we'll meet each other someday... :DDD

I'm okay right here, Like I always say...
All right, maybe sampai disini aja post yang satu ini. :BBB
Ohya, finally, new moon is mine. WAKAKAK. Thank God Stephenie Meyer, great novel. :9

Finally, Goodbye all...!!! I'll post another one. Bye!! :DD
Cheers *hug*!
PS. Sorry, there R many photos right? Sometimes, I really do insane things. Honest. :DD



Friday, February 3, 2012

Confession...

Aku.
Seorang manusia yang telah ditakdirkan Tuhan.
Lahir ke bumi yang super indah dan tak ada bandingannya.
Tuhan baik sekali.
Sejak pertamakali membuka mata, Tuhan selalu memberikan kejutan.

Pengen berbagi. Sharing yuk?
Isn't it the time when you're sharing everything? No, I mean, the problem maybe you want to share..
Setelah mikir dan nimbang-nimbang, ayo kita sharing! :)

Seorang cewek di Abad 21.
Beruntung!
Tuhan baik. Aku tak ada kekurangan--aku terpenuhi dan Tuhan adalah yang terbaik.
Gimana dengan kalian?
Bagiku, ada kekurangan fisik atau tidak, itu kehendak Tuhan. Kalian hanya harus tetep semangat! Fighting!

Hhah. Malem ini dingin. Jari-jariku terus membeku. Aku harus pakai jaket kesayanganku yang usang dan keseringan dipakai... aku sayang jaketku lho. :B
Aku berusaha ngerjain tugas dan harus bisa. Berjuang!!
Tapi hanya ada satu yang ngeganjel. Kayak keong yang ngga bisa keluar dari cangkangnya. Kayak habis menghirup asap rokok yang nyesekin. Kayak habis nelan batu yang gede dan kasar.
Aku bener-bener susah nafas.
Tuhan.
Aku bingung sama satu hal.
Teman, galau lah aku. Haha... seumur hidup.. jujur aja aku kadang galau. Galau, semacam sesuatu yang mengganggu dan bisa memengaruhi psikologis seseorang.
Galau.
Selama ini aku berusaha kuat.

Tuhan, malem iniii aja. Just let me weak for a while, okay?
Biarkan aku lemah sebentar aja. Menangis sebentar aja... meluk kedua lenganku sebentar aja...
Terimakasih Tuhan. :)

Aku mikir banyak hal sebetulnya.
Mulai dari hal sepele sampe hal paling berharga.
Aku bakal berubah.
Nggak sepenuhnya... hanya hal-hal yang sedikit kekanakan.
Apa ya? Akhir-akhir ini aku lagi latihan 'tutup mulut'. Hehehe maksudnya bukan disolatip pake perban. -..-
Aku berusaha nggak ngeluh, dan berusaha sebisaku. Nggak ngeluh, sama orangtuaku, temen, guru...
Aku bakal berusaha. Setengah umurku aku terus bergantung...
Aku harus nyoba berdiri sendiri.

Ayah, ibu, mereka yang terutama.
Aku akan buat mereka tersenyum di hari-hari senja mereka.
Teman.
Para pelindung dan para penerang. Para penghibur dan para penyejuk.
Aku akan berusaha menyematkan nama mereka satu persatu di dalam diriku sendiri. :D

Tapi apa lagi ya??
Walaupun cuma bisa semangatin, aku bakal selalu ada disaat teman butuh.

Cuma... cuma satu yang masih buat aku terus sesak.
Adalah seseorang.
Tuhan, kenapa ya?
Aku bodoh karena biarin perasaan ini terus menerus.
Harusnya kumatiin aja.
Tapi ternyata, sesulit membelah batu dengan pensil kayu.
Hampir mustahil.

Mukanya, Ya Tuhan. Dimanapun, kenapa?
Suaranya. Percaya atau enggak, tiap aku rasa denger suaranya, aku bakal menoleh, berharap itu dia, tapi tentu saja aku pasti bakal terus kecewa. Dan bodohnya--banget--walaupun aku tau bakal kecewa, aku terus nengok dan bahkan, nunggu.
Aku emang bodohhh... jangan komentar, ini kenyataan. Karena cuma aku dan Tuhan yang Maha Baik yang tau.

Muka datar itu... Ekspresi itu buat aku ngernyit.
Senyum yang bikin kedua mata itu hilang entah kemana, gerakan itu buat aku tersenyum juga.
And you've got a smile that could light up this whole town... Yeah, I admit it.
Badannya yang tinggi tegap, aku harus nengadah untuk ngeliat mukanya.
Cara jalannya yang sok iye, bener-bener bikin aku mendesah kesel.
Gayanya yang Cuek dan santai, selalu bikin aku jengkel sendiri.
Kulit putihnya yang pucet.
Segalanya.
Tuh kan.
Aku mulai lagi.

Tapi...
aku bersyukur. :) Tanpa sadar aku belajar banyak darinya.
Dia itu, sebenernya baik tapi gengsi. :P
Tanpa sengaja, aku ngehormatin dia.
Smsku yang meski jarang dibales tapi rata-rata isi balasannya penting... menurutku dia ngerhargain aku.
Tanggepannya atas semangatku buat dia, bikin aku nyengir sendiri.
Rasa pedulinya sama orang yang disayang...
Seakan nggak mau lepasin mereka, apapun yang terjadi... Aku selalu dibuat takjub.

Yang paling kuinget adalah waktu Sahabatku nangis dan lari di koridor bawah.
Aku yang di loker ngeliat dia.
Reflek, aku nengok ke ujung koridor, deket dapur sekolah.
And he was there, stood-still, shivered.
Aku gatau, if he was staring at me or not, but I met his gaze.
Dan aku beku.

Walaupun jarak kita jauh, aku bisa baca mata itemnya yang lebar dan penuh kobaran api, seakan-akan dia ngomong gini, "Dia nangis, ada masalah. Cepet temenin, dia sakit hati." Percaya atau enggak, aku nerima semua kata-kata dia dari sorotan matanya.
Aku beku sebentar. Dia masih disana juga.
Sedetik kemudian, aku banting loker dan ikutin sahabatku yang nangis di kamar mandi.

Waktu ngehibur dia di ruang kelas... Dia ikut ngehibur.
Dan dia bener-bener ngusir semua orang yang mau masuk.
Aku mulai kagum.
You... are really full of surprises, senior.

Hhah... aku udah lumayan lega. Tuh, sharing itu baik juga. Makasih semuanya. :)
Dan entah untuk keberapa kali, makasih untuk Dia.
He taught me everything, he told me everything.
Success for you always. :) I'll always support you! Sukses. :D

Allright, I'm done. See you later guys! :))
Cheers!
--Hanna F